Rabu, 22 Oktober 2014

Selamat Datang!


Selamat datang di kandangkitip.blogspot.com.

Ini adalah blog yang memuat informasi tentang ayam-ayam aduan koleksi pribadi.

Selamat menikmati blog ini.

Peta Jalan Menuju Kandang Kitip

Klik gambar untuk memperjelas

Jarak dari Terminal Arjosari +/- 400 m

Tata Cara Pembelian di Kandang Kitip

  1. Pemesanan bisa dilakukan via telepon / sms . Jangan melalui e-mail, soalnya jarang buka e-mail.
  2. Ayam yang dipesan bisa kami berikan ke pembeli lain (biasanya penawar pertama kami konfirmasi dulu jadi tidaknya) kecuali kalau ada DP.
  3. Ayam yang sudah di DP tidak akan kami berikan kepada penawar lain walaupun ada penawaran lebih tinggi.
  4. Pembayaran dilakukan via transfer rekening BRI.
  5. Pengiriman ayam dilakukan setelah pembayaran dilunasi sesuai harga yang disepakati.
Catatan:
  • Maaf tidak menjual ayam betina (soalnya dipakai untuk menambah gizi keluarga he... he... he...) dan anakan ayam. 
  • Ayam yang dijual biasanya umur 5 bulan keatas (minimal sudah tahu dasar tarungnya).


Terjual: Kitip035

Spesifikasi:
Umur: +/- 7 bulan
Tinggi: cm
Berat: Kg
Panjang Badan: cm
Lingkar Badan: cm
Rekor: menang = 0, seri = 0, kalah = 0
Keterangan: Kondisi sehat, perlu perawatan kalau mau diadu. Abaran 1 kali.
Tipe Main: Lihat video
Harga: Rp. (belum ongkos kirim)

Gambar: (menyusul)

Video:
Abaran 1

Minggu, 17 Agustus 2014

Ciri-ciri Ayam Bangkok

Tulisan ini dibuat berdasarkan informasi dari ayah saya yang pernah memelihara ayam bangkok langsung dari thailand sekitar tahun 1980-an.
1. Paruh warna kuning bersih. Ada jalur di paruhnya (istilah di daerah saya ngalen).

2. Rawis bulunya banyak dan panjang (rob). Ada rawis didaerah kaki.
3. Warna bulu hitam dengan rawis merah atau kuning, tanpa ada warna putihnya.
4. Bulu ayam bangkok berbentuk panjang agak meruncing, tidak melebar.
5. Pangkal bulu warna hitam nggak ada bulu-bulu halusnya (istilah di daerah saya ngapas)
6. Mata ada garis-garis jingga (istilah di daerah saya ada mataharinya)
7. Daerah sekitar mata bersih, nggak ada warna hitam (istilah di daerah saya celak)
8. Kepala wungkul (maaf pakai bahasa jawa nggak tahu bahasa indonesianya he... he... he...), tebal.
9. Kaki kering, jari-jari kecil dan panjang (istilah di daerah saya merit).
10. Sisik kaki seperti kulit salak, membentuk 3 jalur, agak menggembung dan sisiknya keras.
11. Warna kaki kuning, bersih.
12. Tulangan ayam bangkok besar dan kuat.
Gambar-gambar yang ada tidak berasal dari satu ayam, karena memang di kandang saya sudah nggak ada yang turunan bangkok murni. Sebagian malah belum dapat gambarnya.

Kamis, 17 Juli 2014

Catatan: Mabung/Ngurak

Proses penggantian bulu atau sering disebut dengan istilah Mabung, Ngurak atau Moulting pd unggas, merupakan hal yg rutin dan terjadi tiap tahun. Pada masa ganti bulu, biasanya banyak bebotoh yg tidak menyadari tentang kondisi ayam yg membutuhkan berbagai mineral dan protein yg bertambah pada fase ganti bulu. Bebotoh masih saja memperlakukan ayamnya dgn ransum biasa, padahal ayam yg mengalami proses ganti bulu lebih memerlukan perhatian ekstra. Pada fase ganti bulu ini merupakan fase istirahat yg panjang dan perlu diberikan pakan khusus yang lebih bergizi tinggi dan mineral berikut vitamin yg cukup. Pemberian pakan yg mengandung kadar protein yg lebih perlu diberikan karena pada fase ini ayam memerlukan energi yg relatis lebih banyak. Bila kebutuhan mineral dan protein tidak tercukupi dlm jumlah yg memadai maka ayam laga akan mengalami penurunan kualitas fisiknya. Efek selanjutnya yang dapat terlihat adalah kondisi berpengaruh pada saat ayam aduan kelak bertarung dimana ayam terlihat lebih lemah dan jadi loyo. Sering kita temui di kandang bebotoh, ayam laga yg dalam fase ganti bulu bermuka pucat kurang gairah dan terlihat lemas.

Pada masa ganti bulu, sebaiknya ayam diberikan Pakan Ayam Petelur dgn kadar protein 16%, sedangkan pakan ayam yg lain sangat tidak cocok, karena kandungan kalori dan protein yang terlalu berlebih. Hal ini ditujukan untuk menghindari terjadinya kegemukan pada ayam, yg berakibat penumpukan pada tulang dada dan hal ini akan sangat mengganggu stamina ayam. Karena ayam akan lebih mudah kehabisan nafas (ngos-ngosan) dan pengembalian bentuk dan berat ideal ayam tsb akan memakan waktu yang lebih lama lagi.
Pada saat ganti bulu, ayam aduan tidak memerlukan pemberian MINYAK IKAN yg berlebihan. Ini bisa dinilai dari sehelai bulu ayam yg mengandung 85% protein, 2.5% lemak, 1.5% serat kasar, 0.2% kalsium dan 0.75% phosporus (berdasarkan penelitian Charoen Phokpand). Jadi dengan dilihat komposisi kandungan bulu, maka ayam tidak memerlukan minyak ikan. Namun pada saat ganti bulu,ayam lebih membutuhkan protein, vitamin dan mineral yg cukup.
Kebanyakan bebotoh beranggapan pemberian minyak ikan dapat membuat bulu mengkilap dan kuat. Minyak ikan mengandung ASAM LINOLEAT 99% sebaliknya ayam hanya membutukan asam linoleat 1% saja yg bisa didapatkan dari pakan ayam aduan umumnya. Padahal untuk membuat bulu mengkilap dan kuat cukup melalui pemberian makanan berprotein yg cukup, sehingga kelenjar lemak yg ada pada ekor akan berfungsi sebagai semir yang akan digunakan ayam untuk mengilapkan bulu meskipun ayam tidak dimandikan.
Pada waktu ganti bulu, ayam tidak membutuhkan tenggaran/umbaran yg rutin, ayam cukup diumbar 3 hari sekali saja untuk mengepakkan sayam dan melemaskan otot yg kaku. Memegang ayam yang berganti bulu juga harulah berhati-hati, karena bulu masih muda dan teras sakit bila dipegang. Dan kemudian jangan sesekali ayam yang sedang berganti bulu dikumpulkan atau digabungkan dengan ayam betina, karena bulu mengandung phosporus yg tinggi, yg merupakan makanan yang paling diminati dan santapan lezat bagi ayam betina. Demikian juga bila dijadikan pemacek, maka perhatikan kebutuhan karbohidratnya, jika kekurangan maka napsu kawin akan menjadi menurun dan sebaliknya jika pemberian karbohidrat berlebihan maka ayam akan menjadi terlalu gemuk yang juga dapat menurunkan nafsu kawin.
Kemudian, selama periode penggantian bulu yang biasanya memakan waktu beberapa bulan, jangan lupa untuk memperhatikan kandang ayam, jangan sesekali menempatkan ayam yang memiliki sudut2 kandang yang cukup tajam yang dapat mengganggu pertumbuhan bulu dah bahkan bisa merusak bulu mudah yang baru tumbuh. Hal ini juga harus menjadi perhatian karena jangan sampai seluruh upaya keras kita di dalam menjaga pola makannya akan menjadi sia-sia belaka karena penempatan kandang ayam yang tidak tepat. Dengan kata lain, untuk ayam yang sedang mengalami penggantian bulu, mulai dari makanan, pengumbaran, dan penempatan kandangnya tetap harus menjadi perhatian kita agar proses penggantian bulu dapat berjalan dengan sempurna.

Sumber: http://totofarm.wordpress.com

Selasa, 17 Juni 2014

Catatan: Memilih Ayam Aduan Berdasarkan Pukulan


Pukulan dan taji adalah senjata utama bagi ayam bangkok.  Pukulan dan taji menjadi salah satu kriteria utama dalam memilih ayam aduan, yang dapat dilihat saat diabar/adu.  Beberapa hal terkait pukulan yang perlu diamati saat ayam aduan diabar sebagai berikut.

Sasaran pukul
Pukulan ayam aduan yang paling umum adalah kearah kepala dan leher.  Pada beberapa menit pertama abar, terkadang ayam memukul di bagian dada dan bahu, tetapi selanjutnya pada bagian kepala dan leher atas.  Hanya ada sedikit ayam aduan yang memukul di bagian dada, punggung, sayap, pinggang dan perut.  Yang bagus dan paling umum dipilih adalah ayam aduan yang memukul di bagian kepala dan leher atas secara konsisten.  Bagian kepala bisa mengenai muka, mata ataupun syaraf di kepala belakang.  Bagian leher juga bisa membuat ayam keok jika kena pukulan telak terutama jika leher lawan kurang kuat.

Akurasi pukulan
Akurasi pukulan adalah ketepatan pukulan ayam mengenai sasaran.  Ayam yang pukulannya tidak tepat dan sembarangan arah cukup banyak, sehingga yang dipilih adalah yang pukulannya tepat mengenai sasaran, misalnya tepat mengenai kepala atau leher.  Akurasi pukulan kadang tidak tepat jika lawan yang dihadapi selalu bergerak dan tidak mau diam.

Arah pukulan
Arah pukulan ayam aduan bisa dari depan, serong (dari depan akan menyamping), samping kiri atau kanan, dan dari belakang.  Pada beberapa menit pertama abar, ayam selalu memukul dari depan atau sedikit miring (serong).  Tetapi menit berikutnya, ayam juga bisa memukul dari samping dan belakang, tergantung pola atau kebiasaanya.  Sebagian ayam ada yang bisa memukul dari depan atau serong saja.  Sebaliknya adapula ayam yang tidak bisa memukul dari depan, dan lebih banyak dari samping dan belakang.  Ayam aduan yang bagus adalah jika bisa memukul dari segala arah, baik depan, samping dan belakang, atau setidaknya bisa dari dua arah.

Frekuensi pukulan
Frekuensi atau jumlah pukulan ayam aduan yang paling umum adalah satu kali pukul setiap gebrakan.  Tetapi ada sebagian ayam aduan yang bisa memukul secara beruntun, seperti 2 - 3 kali secara beruntun, terutama saat stamina masih bagus.  Frekuensi pukulan ayam aduan juga tergantung dari kebiasannya mematok.  Ada yang mematok cukup lama, atau mematok hingga kencang, baru kemudian kemudian bisa memukul, sehingga terkesan lambat dalam melancarkan pukulan.  Tetapi ada juga yang bisa memukul segera sesaat setelah mematok (tempel pukul).  Ayam yang segera memukul setelah mematok akan lebih punya peluang lebih banyak melakukan pukulan, sehingga lebih baik untuk dipilih.   

Jarak pukul
Posisi atau jarak ayam aduan dengan lawannya bisa jauh ataupun dekat/rapat.  Ada sebagian ayam aduan yang selalu menjaga jarak agak jauh dari lawannya untuk bisa memukul dengan baik, dan sebaliknya ada yang sengaja merapat agar dapat memukul lawannya.  

Pukulan mematikan
Hanya ada sebagian kecil ayam aduan yang mempunyai pukulan satu, atau pukulan telak mematikan, ataupun pukulan syaraf, atau pukulan panas.  Cukup banyak ayam yang memiliki pukulan yang bagus dan keras, tetapi pukulannya dingin, sehingga masih bisa ditahan oleh ayam yang bermental bagus.
Para pelatih dan pemain ayam aduan senior umumnya mereka mampu memilih ayam aduan yang memiliki pukulan panas, yang jika pukulan itu keluar bisa membuat lawan seketika ciut, lari, sempoyongan, dll.  Pukulan seperti ini bisa melumpuhkan lawan dengan cepat, sehingga tidak perlu harus bertarung lama 3 - 5 ronde.  Potensi ini dapat diamati dari arah pukulan ke titik mematikan atau bagian syaraf, atau ayam tersebut sesekali memiliki pukulan keras yang bunyinya bisa didengar berbeda dari bunyi pukulan kebanyakan.  Untuk pukulan panas atau mematikan ini hampir sebagian besar pelatih ayam aduan dan pemain senior berpedoman pada katuranggan di sisik atau kaki.

Pukulan Taji
Taji adalah senjata mematikan bagi ayam aduan selain pukulan satu/telak mematikan. Pukulan taji ayam aduan yang masih muda atau taji belum panjang sulit diduga apakah nantinya akan jitu atau tidak.  Namun pada umumnya ayam yang tajinya bisa mengenai sasaran adalah ayam yang pukulan kakinya mengarah pada kepala bagian atas.      

Lainnya
Pukulan ayam aduan masih banyak ragamnya jika dibahas lebih dalam.  Seperti pukulan dalam atau tidak, pukulan tarik, pukulan tulang, pukulang kering, pukulan nimpuk seperti pukulan ayam birma.  Gerakan kaki saat memukul juga bermacam-macam, seperti kaki menendang lurus sambil kedua pergelangan kaki dirapatkan (potensi taji), atau pengelangan kaki menjadi menyilang (menggunting), menendang lurus lalu tekan ke bawah, kaki kiri dan kanan menendang bersusulan, dan lainnya. 

Demikian tentang memilih ayam aduan berdasarkan pengamatan terhadap jenis jenis pukulan ayam aduan.

Sumber: http://ayam-bangkok-com.blogspot.com

Sabtu, 17 Mei 2014

Catatan: Merawat dan Melatih Ayam Aduan

Sebelum merawat dan melatih, harus kita pahami dulu prinsip dasar dan tujuan melatih/merawat ayam aduan.
Perawatan dan latihan tujuannya utk meningkatkan kualitas Otot, Stamina dan Tenaga.
Ketika ayam kinerjanya turun, kita harus bisa menganalisa apa yg kurang. Apakah otot, stamina, tenaga, atau gabungan dari 2 atau 3 faktor tsb??
Mari kita bahas satu persatu...

Stamina :
Daya tahan tubuh utk bekerja dalam durasi yang maksimal (endurance). Dalam bahasa per-ayaman lebih dikenali dgn istilah 'napas'.

Ciri ayam kurang stamina : 
- Yang paling jelas terlihat adlh napas ayam yg ngap2an meski sudah diairi dgn betul. 
- Bagian dada membengkak agak keras.

Stamina bisa ditingkatkan hanya dgn jalan latihan yg rutin. Cara latihnya bisa macam2 : Kliter, renang, umbar, gebrak bungkus patuk, jantur, dll, dsb.
Semakin sering ayam dilatih, maka semakin terbiasa bekerja keras (punya stamina). 

Tenaga :
Power atau energi yg mampu membuat otot bekerja.
Ciri kurang tenaga :
- Power pukulan tidak maksimal.
- Kaki terlihat berat memukul.
- Kuda2 lemah.
Banyak yg salah kaprah bahwa tenaga disebabkan krn kurang latihan. Padahal, dgn latihan tenaga akan terkuras dan ayam lelah. Semakin dilatih, ayam akan semakin terkuras tenaganya.
Jadi kalau ayam kita kurang tenaga, sebaiknya jangan digebrak dulu.
Tenaga bisa didapat dari Makanan yg bergizi, suplement/jamu dan istirahat yg cukup.
Pakan sumber energi/tenaga : Yg banyak mengandung karbohidrat dan glukosa.

Otot :
Jaringan dalam tubuh yg bertugas membuat kontraksi utk menggerakan anggota tubuh.
Ciri ayam belum berotot :
- Pukulan ngawur tidak tepat sasaran.
- Langkah terseok2.
- Sayap lunglai.

Stamina dan tenaga bisa dikejar dgn latihan dan rawatan yg maksimal (campur tangan manusia). Tapi pertumbuhan otot berlangsung secara alami. 
Itulah sebabnya, ayam muda akan kalah berotot dibanding ayam yg sudah berumur. Ayam tumbuh besar s/d usia 10 bulan. Sebelum usia 10 bulan, otot tidak berkembang maksimal krn asupan makanan di fokuskan utk pertumbuhan tubuh secara umum.
Ayam yg dipaksakan pertumbuhan ototnya sebelum cukup usia, akan terlihat kerdil krn pertumbuhannya terhambat. 
Yg harus dilakukan utk ayam2 muda adlh melatih dan membentuk ototnya secara bertahap sesuai usianya. 

Utk memaksimalkan pertumbuhan otot, ayam harus dilatih seperti halnya membentuk stamina. Selain itu ayam harus diberi asupan protein utk bahan pembentukan ototnya.

Mudah2an dari uraian ini bisa jadi panduan apa yg harus kita lakukan ketika kinerja ayam kita kurang maksimal.
Sebagai contoh, ayam yg terus menerus dilatih, pasti akan kekurangan tenaga ketika di abar/di adu. Utk itu, setelah dilatih, ayam harus diberi makan, suplement/vitamin dan istirahat yg cukup utk memulihkan tenaganya. Jangan lupa diberi extra food tinggi protein supaya otot bisa berkembang maksimal.

Mengenai cara latihnya, setiap perawat memiliki resep masing2. Semua benar. Yang penting kita harus tau prinsip2 dasarnya.

Akhir Kata,setelah seluruh upaya kita memberikan latihan dan menjaga pola makan pada ayam, hal terakhir yang kita lakukan adalah berharap semoga ayam yang akan kita turunkan ke gelanggan dapat menang.
Jangan Lupa, apapun cerita dan hasilnya, Ayam akan kalah dengan ayam, Kalau memang kita memutuskan untuk turun ke gelanggang, maka menang atau kalah adalah hal yang biasa dan harus kita terima.Tapi walaupun gitu paling tidak kita telah memberikan usaha yang maksimal pada ayam kesayangan kita.

Sumber: http://papaji.forumotion.com

Kamis, 17 April 2014

Catatan: Inbreed, linebreed, crossbreed, superbreed, superfight

Info pemuliaan ternak (copas from papaji)
Kenapa ternak kita hasilnya acak-acakan dan banyak yang boncos..??
Hasil tidak seragam, dan kualitas mutunya lambat laun terasa semakin menurun…
Kebanyakan peternak di Indonesiasangat fanatik dgn trah juara. Juara VS Juara, tapi anakannya tidak ada yg juara… Ini menimbulkan pertanyaan tersendiri...
Salah satu penyebabnya mungkin krn indukan kita geno-typenya tidak seragam alias acak-acakan. Itulah sebabnya diperlukan ternakdgn "rekayasa genetik" untuk menyeragamkan geno-type melalui proses ternak yg lebih terpadu, tersistematis atau terpola dengan baik. Bukan sekedar ayam menangan saja.
Buat rekan2 sekalian, ini ada sedikit artikel mengenai teknik2 breeding (beternak) dgn cara yg lebih sistematis sehingga bisa jugadisebut sebagai ‘Rekayasa Genetika’.
Mungkin saja diantara teman2 ada yg lebih berpengalaman dan menemukan cara ternak yg lebih baik. Tapi minimal, artikel ini bisa menjadi sebuah wawasan baru mengenai bagaimana cara beternak yg baik dgn teknik modern sesuai dgn teori genetika.
Sebelum dilanjut, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa kosa kata yg ada dalam artikel ini agar tdk terjadi salah penafsiran.
Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.
Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.
Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.
Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaikpada keturunannya.
Super fight : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.
 Artikel ini ditulis oleh Steven van Breemen, sesuai dgn pengalamannya beternak merpatipos di Eropa sana. Dituangkan dalam buku berjudul Mini Course The Art of Breeding.
Meskipun hewan yg digunakan adalah merpati, tapi saya rasa bisa diterapkan pada Ayam. Mengingat kedua spesies ini banyak memiliki kesamaan.
Berikut ringkasannya :
Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : "population genetics".
Tujuan metode ini adalah membangun suatu populasi yang ada dalam kandang dengan ciri-ciri genetika yang kurang lebih sama (homogen). Misalnya, kalau kita punya 50 ayam di kandang, maka semuanya mempunyai ciri kualitas karakter yang relatif sama (tentu tidak 100 % sama, tapi kalaupun berbeda tidak terlalu jauh). Dari kesamaan karakter ini, kita akan mampu memunculkan hasil ternak yang selalu stabil mutunya. Artinya, kita bisa mendapatkan stok super breeder unggulan yang pada akhirnya mampu memunculkan super fight.
Metode ini merupakan pengembangan dari teori GregoryMendel yg dimodifikasi. Aplikasinyadengan menggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.
Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kakibisa menikmati hasilnya selama 20tahun lebih…!!
Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu angan-angan tentang kualitas ayam yg nantinya ingin kita hasilkan.
Berikut penerapannya di lapangan:
Tahapan ternak berdasar teori ini:
1. Cross breed I -----> 2. inbreed -----> 3. line breed -----> 4. crossbreed II
1. Cross breed I
Sebelum mulai ternak, kita harus berkhayal dulu. Berkhayal tentang seperti apa typical karakter ayam terbaik yang kita idam2kan. Bukan sekedar ikut2an hanya melihat ayam juara yang ada. Ayam juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar juara. Agak idealis kelihatannya, tapi inilah cita cita yang harus dicapai, bagaimanapunsulitnya.
Untuk cross breed I, carilah pasangan indukan sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Memakai ayam juara lebih dianjurkan. Tapi jangan asal comot!!!. Ayam juara banyak ragam typikal kerjanya. Misalkan ingin punya ayam dgn pukul keras, maka carilah ayam juara yg tipikal kerjanya pukul keras. Kemudian cari juga pasangan betinanya yg keturunan ayam pukul keras.
Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul ayam2 dgn karakter pukul keras secara merata pada anakannya.
Cross breed 1 ini dianggap tahap yg paling penting utk pondasi tahapan breeding berikutnya. Hasil anakan 75% harus rata karakternya. Ini untuk menghindari resiko besar pada tahapan breeding selanjutnya (inbreed), dan menghindari set back yg bisa membuang waktu percuma.
2. Inbreed :
Tujuan inbreed adlh mencetak breeder (parental stock) yg menyatukan sifat2 positif yg dimiliki agar lebih kuat daya turunke anaknya (dominan).
Hasil inilah yg disebut 'investasi', modal dasar dan aset ternakan kita yg sangat berharga. Anakan hasil inbreed, biasanya tidak memiliki ‘vitalitas’. Yaitu rentan terhadap penyakit, dan fisik/staminanya loyo. Ini tidak menjadi masalah, karena tujuan utamanya adalah untuk parental stock, bukan untuk dijadikan fighter. Sukur2 kalo ternyata hasilnya bisa jadi petarung. Pada akhirnya, kurangnya vitalitas ini dapat diperbaiki melalui tahapan berikutnya.
3. Line breed :
Setelah dapat 'modal' dari inbreed, diperkuat lagi dgn line breed. Bila dipasangkan (misalnya)dgn paman yg punya pukul keras,hasilnya sudah bisa dipastikan : ayam dgn karakter pukul sempurna yg sangat dominan. Mungkin inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai 'super breed'. Yaitu ayam yg memiliki daya turunbreeding yg kuat thdp anak2nya.
4. Cross breed 2 :
Super breed ini boleh dicoba utk disilang dgn ayam dari trah lain (cross breed ke 2). Tujuannya utkmenambah daya vitalitas dan menyempurnakan karakter. Kalaudi cross dgn ayam lain yg pukul keras, hasilnya pasti ayam dgn pukulan sempurna. Kalau di cross dgn ayam yg sifatnya agak berbeda, -teknik bagus misalnya- maka pukul kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap ayamdgn tipikal pukul keras dan teknikbagus. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super fighter’.
Beberapa prinsip yg harus dipahami :
1. Tujuan utama teori population genetics adalah untuk melestarikan karakter/sifat-sifat unggul dari indukan (untuk mudahnya kita pake saja istilah"geno-type") , bukan mempertahankan ciri-ciri fisik (feno-type). Dgn kata lain, tujuanteori ini adlh menciptakan ‘super‘breeder’ .
2. Inbreeding pada prinsipnya adalah upaya menggabungkan sifat-sifat/ karakter 2 individu yang berbeda, baik karakter yang positif maupun negatif. (Ingat, tidak ada ayam yg sempurna). Oleh karenanya rumusinbreeding adalah "the best vs the best". Mr. Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung "khayalan" kualitas ayam yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Misalnya kalau kita menghayalkan bahwa hasil ternakan kita harus teknik bagus, maka cari indukan yg teknik bagus. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg "ideal", menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding.
Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya "super breeder"kenapa tidak itu saja diternak dan nggak perlu repot-repot pake teori population genetics??
jawab : Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu, tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang. Perlu diingat bahwa super breeder yg kita punya suatu saat akan mati, mandul, atau sakit. Kalau ini terjadi maka kita kehilangan modal. Itu sebabnya banyak peternak besar yg gagal mempertahankan standard kualitasnya dan terus menurun. Dan banyak ayam2 juara yg terputus generasinya.
3. Cross-breeding yg pertama adalah pada saat awal memulai ternak dimana indukan berasal dari dua darah (strain) yg berbeda sedangkan cross-breeding yg kedua dilakukan dengan dua tujuan, yaitu apabila kita ingin memproduksi petarung dan untuk memperbaiki kualitas darah yg sudah ada (menambahkan elemen baru atau"additive characteristics" yg sudah ada).
4. Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistemseleksi yg ekstra ketat. Beberapawaktu yg lalu ada pendapat yg mengatakan untuk bisa memakai sistem inbreeding, maka kita harus menjadi ahli "membunuh". Istilah ini sebenarnya hanya untukmemberikan tekanan bahwa anakan yg akan melanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. Pilihlah anak betina yg mirip bapaknya dan anak jantan yg mirip ibunya. Yang perludipahami, pengertian "mirip" disini bukan mirip secara fisik, tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sini lagi-lagi diperlukan "feeling" dan keahlian dalam melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi, misalnya untuk mengambil 1 pasang pada setiap generasi kita tetaskan 3 X, lalu dari situ dilakukan seleksi untuk menentukan 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya(ancestors). Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, akan semakin bagus.
5. Hasil inbreeding selalu ditandai dengan ciri-ciri kehilangan vitalitas (ayam hasil inbreeding menunjukkan gejala penurunan vitalitas). Prof. Anker bahkan menegaskan bahwa semakin besar hilangnya vitalitas pada ayam hasil in-breeding berarti effek dari inbreeding itu lebih bagus ( ).
Ayam hasil inbreeding tidak cocok untuk tarung, tapi hanya cocok untuk menjadi indukan (orang eropa biasanya beli burung bukanuntuk dimainkan tapi untuk breeding). Turunanya nanti yang dimainkan.
Vitalitas yang hilang itu akan didapatkan kembali apabila hasil inbreeding di-cross dengan ayam lain. Inbreeding dimaksudkan untuk membangun sifat-sifat yang akan selalu diturunkan kepada turunannya (offspring), sedangkan cross-breeding untuk menambah sifat-sifat/ karakter yang sudah ada seperti menambah vitalitas, karakter dankekuatan.
Dengan in-breeding kita bisa memperbaiki kualitas yang jelek. In-breeding adalah pengurangan variasi atau keragaman. Semakin banyak/sering suatu darah tertentu (strain) dilakukan in-breed maka turunannya akan mirip satu sama lain.
Menjodohkan bapak dan anaknya yg cewek atau ibu dengan anaknya yg cowok lebih efektif hasilnya dari pada menjodohkan kakak dengan adiknya (meskipun sama-sama in-breeding tapi sepertinya dampaknya berbeda).
semoga bermanfaat
salam
 Sumber: www.facebook.com
http://www.stevenvanbreemen.nl/?Mini_Course_The_Art_of_Breeding:Part_1
http://www.stevenvanbreemen.nl/?Mini_Course_The_Art_of_Breeding:Part_2
http://www.stevenvanbreemen.nl/?Mini_Course_The_Art_of_Breeding:Part_3

Senin, 31 Maret 2014

Terjual: Kitip028

Spesifikasi
Umur: ± 7 bulan
Tinggi:  59 cm
Berat:  Kg
Panjang Badan: 25 cm
Lingkar Badan: 44 cm
Rekor: menang = 0 ; seri = 0 ; kalah = 0
Tipe Main: Lihat video
Keterangan: Kondisi sehat, perlu perawatan kalau mau diadu. Abaran 1 kali.
Harga: Rp. 700.000,- (belum ongkos kirim)

Gambar:




Video:

Catatan:
 Silahkan datang langsung ke kandang, sekalian nyobain ayam dengan catatan gandengan bawa sendiri (umur & ukuran +/- sama dengan ayam yang akan dicoba).

Kamis, 20 Februari 2014

Terjual: Kitip034

Spesifikasi:
Umur: 5 bulan
Tinggi:  cm
Berat:  Kg
Panjang Badan:  cm
Lingkar Badan:  cm
Rekor: menang = 0 ; seri = 0 ; kalah = 0
Kondisi: sehat, perlu perawatan kalau mau diadu
Tipe Main: Lihat video
Harga: Rp. 500.000,- (belum ongkos kirim)

Gambar:

Video:

Catatan:
Silahkan datang langsung ke kandang, sekalian nyobain ayam dengan catatan gandengan bawa sendiri (umur dan ukuran +/- sama dengan ayam yang akan dicoba).

Rabu, 22 Januari 2014

Terjual: Kitip033

Spesifikasi
Umur: 7 bulan
Tinggi:  cm
Berat:  Kg
Panjang Badan:  cm
Lingkar Badan:  cm
Rekor: menang = 0 ; seri = 0 ; kalah = 0
Kondisi: sehat, perlu perawatan kalau mau diadu
Tipe Main:
Harga: Rp. ,- (belum ongkos kirim)

Gambar:

Catatan:
 Silahkan datang langsung ke kandang, sekalian nyobain ayam dengan catatan gandengan bawa sendiri (umur & ukuran +/- sama dengan ayam yang akan dicoba).

Terjual: Kitip032

Spesifikasi
Umur: 7 bulan
Tinggi:  cm
Berat:  Kg
Panjang Badan:  cm
Lingkar Badan:  cm
Rekor: menang = 0 ; seri = 0 ; kalah = 0
Kondisi: sehat, perlu perawatan kalau mau diadu
Tipe Main:
Harga: Rp. ,- (belum ongkos kirim)

Gambar:

Catatan:
 Silahkan datang langsung ke kandang, sekalian nyobain ayam dengan catatan gandengan bawa sendiri (umur & ukuran +/- sama dengan ayam yang akan dicoba).

Dijual: Kitip030

Spesifikasi
Umur: 5 bulan
Tinggi:  cm
Berat:  Kg
Panjang Badan:  cm
Lingkar Badan:  cm
Rekor: menang = 0 ; seri = 0 ; kalah = 0
Kondisi: sehat, perlu perawatan kalau mau diadu
Tipe Main: Lihat video
Harga: Rp. 700.000,- (belum ongkos kirim)

Gambar:

Video:
  • Abaran 1
  • Abaran 2

Catatan:
 Silahkan datang langsung ke kandang, sekalian nyobain ayam dengan catatan gandengan bawa sendiri (umur & ukuran +/- sama dengan ayam yang akan dicoba).

Terjual: Kitip029

Spesifikasi
Umur: 5 bulan
Tinggi:  cm
Berat:  Kg
Panjang Badan:  cm
Lingkar Badan:  cm
Rekor: menang = 0 ; seri = 0 ; kalah = 0
Kondisi: sehat, perlu perawatan kalau mau diadu
Tipe Main: Lihat video
Harga: Rp. 500.000,- (belum ongkos kirim)

Gambar:

Video:

Catatan:
 Silahkan datang langsung ke kandang, sekalian nyobain ayam dengan catatan gandengan bawa sendiri (umur & ukuran +/- sama dengan ayam yang akan dicoba).

Selasa, 17 Desember 2013

Tutorial: Kotak Pengiriman Ayam Aduan

Sudah menjadi kebiasaan bagi penghobby dan peternak ayam aduan untuk saling jual beli dan pengiriman ayam kepada kawan/rekan di kota lain. Untuk pengiriman yang jarak tempuh tidak terlalu jauh, maka tidaklah terlalu bermasalah. Akan tetapi bila kita akan melakukan pengiriman ke Luar kota yang jarak tempuh nya di atas 10 jam, atau bahkan pengiriman ke luar pulau, maka kita memerlukan persiapan pengiriman yang bagus supaya ayam aduan yang dikirim dapat sampai ke tujuan dengan baik.
Salah satu bagian yang paling penting di dalam melakukan pengiriman adalah pembuatan kotak kirim. Ada beberapa tipe kotak atau media kirim yang bisa digunakan untuk pengiriman :
  1. Kotak/Kardus Kertas, bisa digunakan untuk pengiriman melalu jalur darat (bus/KA) dengan waktu tempuh maksimal 4 jam. Penggunakan kotak untuk pengiriman waktu yang cukup lama, cukup memiliki resiko tinggi, khususnya karena kekuatan kotak yang tidak terlalu bagus yang akan semakin memburuk saat ayam yang dikirim buang air besar yang membuat kardus melunak dan sering koyak.
  2. Kisah/Keranjang Ayam, bisa digunakan untuk pengiriman melalui jalur darat (bus/KA) dengan waktu tempuh yang tidak terlalu lama. Untuk penggunaan kisah, disarankan hanya untuk pengiriman dengan waktu tempuh maksimal 6 jam. Pengiriman menggunakan kisah di atas waktu pengiriman 6 jam bisa membuat ayam lemas, karena di dalam kisah ayam tidak terlalu bisa melakukan gerakan2 untuk melenturkan otot2nya.
  3. Kotak dari Tripleks, media pengiriman ini yang paling sering dipakai untuk pengiriman di atas waktu tempuh 6 jam. Dan tak jarang orang2 juga menggunakanya untuk pengiriman jarak dekat dengan alasan keamanan ayam akan lebih baik. Beberapa kelebihan pengiriman menggunakan kotak Tripleks :
  • Bisa digunakan untuk pengirman jarak jauh sampai 48 jam.
  • Ayam akan lebih aman di dalam kotak mengingat kotak tripleks kuat.
  • Ayam lebih aman karena di dalam kotak masih bisa melakukan gerakan2 untuk pelenturan otot2nya. Pengiriman di atas waktu 24 jam akan membuat otot2 ayam jenuh dan pegal bila tetap dalam 1 posisi tertentu (misalnya duduk). Tapi dengan menggunakan kotak ayam akan masih bisa melakukan gerakan duduk, jongkok dan 3/4 berdiri.
  • Aliran udara di dalam kotak cukup dengan dibuatkannya lobang2 kecil pada bagian depan, belakang dan atas.
  • Pihak cargo akan lebih memperhatikan pengiriman mengingat ayam menggunakan media kotak tripleks sehingga tidak akan mungkin diletakkan disembarangan tempat di dalam bagian cargo pesawat.
Untuk pembuatan Kotak dari Tripleks berikut saya share tips & trikcs pembuatannya melalui gambar dan mudah2an bisa lebih mudah dipahami.

PEMBUATAN DASAR KOTAK
UKURAN DAN MODEL KOTAK
CARA PACKING AYAM KE DALAM KOTAK
KAPASITAS KOTAK
Mudah2an bermanfaat dan bisa membantu keamanan ayam saat melakukan pengiriman, salam kompak

Sumber: www.ayamlaga.com

Minggu, 17 November 2013

Catatan: Mengenal Ayam Saigon / Vietnam

Ayam Vietnam atau yang lebih dikenal dengan Ayam Saigon adalah ayam aduan yang berkembang di Negara Vietnam . Ayam aduan ini mempunyai karakteristik yang agak berbeda dengan ayam aduan dari trah lain seperti yang umum kita jumpai seperti Ayam Bangkok. Trah Ayam Vietnam / Saigon ini sebenarnya masuk ke Indonesia hampir bersamaan dengan masuk Ayam Bangkok namun kepopuleran ayam ini meredup seiring dengan boomingnya ayam bangkok yang berjaya di berbagai kalangan ayam di berbagai daerah di Indonesia. Adapun yang membuat Ayam Bangkok  menjadi sangat Populer adalah gaya bertarungnya yang indah dan luwes  disertai pukulan yang keras dengan di dukung kualitas tulangan yang bagus pula sehingga mampu melibas ayam aduan trah lokal asli Indonesia. Sedangkan di masa itu Ayam Saigon kurang diminati karena ada beberapa kekurangan yang dimiliki antara lain Ayam Saigon dirasa masih bodoh / kurang pandai didalam menciptakan peluang untuk memukul, kecepatan sangat rendah / terkesan lamban , namun Ayam Saigon mempunyai kelebihan berupa struktur daging dengan serat otot yang jauh lebih baik jika dibandingkan Ayam Bangkok disamping itu Ayam Saigon juga mempunyai struktur tulang yang sangat kokoh jika dibandingkan dengan trah lain.

Seiring berjalannya waktu dewasa ini sebagian kecil Ayam Saigon telah mengalami  revolusi genetika yang sangat mendasar sehingga gaya bertarungnya pun mengalami perbaikan kualitas  jika dibandingkan dengan generasi awal yang masuk ke Indonesia. Sebagian kecil Ayam Saigon yang mengalami revolusi genetika mengalami peningkatan kecepatan di dalam bertarung yang sangat signifikan dan juga terdapat peningkatan kepandaian di dalam menciptakan peluang menyerang (Ofensif) terhadap lawan namun juga dilengkapai dengan teknik bertahan (Defensif) yang baik. Tentunya berbagai perbaikan terhadap kelemahan generasi awal Ayam Saigon yang masuk ke Indonesia membuat ayam Saigon dewasa ini menjadi profil ayam aduan yang ideal di bandingkan dengan trah lain.

Teknik serangan (Ofensif) dari ayam Saigon dewasa ini tidak kalah cerdik dan indah jika kita bandingkan dengan trah Bangkok yang sudah melegenda yang mempunyai 3 jenis serangan Ofensif antara lain serangan dengan jalu , serangan dengan pukulan dan kombinasi serangan pukul jalu. Sedangkan untuk teknik bertahan dari ayam Saigon bermodalkan kualitas tulangan yang bagus dan di lengkapi dengan struktur daging dengan serat otot yang padat dan kasar (banyak) menjadikan ayam ini menjadi ayam yang tahan pukul serta mempunyai pukulan yang keras. Adapun kulit ayam Saigon yang tidak terlindungi dengan bulu secara otomatis akan menjadi tebal, elastis dan berkerut setelah ayam Saigon mencapai umur dewasa sehingga saat menerima patukan , pukulan atau  jalu dari lawan maka kulit tidak mudah terluka atau terkoyak.

Dari segi penampilan ayam Saigon mempunyai tampang yang garang dengan bulu cepak menjadikan ayam ini mempunyai tampang mirip tentara (Maaf bukan sama tapi mirip-red). Jika kita bandingkan dengan Trah ayam Bangkok yang bertampang ganteng dengan bulu yang panjang dan lebat tentunya ayam Saigon kurang diminati sehingga sering kali diremehkan oleh musuh di arena tarung. Jadi hal ini tentunya memberikan keuntungan bagi pemilik ayam Saigon karena diremehkan akhirnya sering kali mendapatkan musuh yang enteng di arena tarung. 

Dewasa ini penampilan ayam Saigon dibedakan menjadi 4 type , antara lain :
  • Ayam Saigon Gundul ( Sejak lahir memang sudah gundul).
  • Ayam Saigon Berbulu Normal (Bulu seperti ayam trah lain).
  • Ayam Saigon Berbulu Normal namun bulu disekitar leher sangat tipis sehingga kulit bisa terlihat.
  • Ayam Saigon Berbulu Banci (Bulu seperti ayam betina tidak keluar bulu rawis)

Di Negara Vietnam mempunyai parameter khusus di dalam memperlakukan ayam aduan yang sangat berbeda dengan Negara Thailand. Bila di Tahiland ayam aduan dikatakan penampilannya bagus apabila mempunyai bulu yang lebat / rob dan panjang sehingga terlihat gagah , namun di Vietnam mempunyai penilaian yang berbeda penampilan ayam aduan yang digemari adalah ayam aduan yang sebagian besar kulit ayamnya terlihat serta mempunyai warna merah . Menurut penghobi ayam aduan di Vietnam kulit yang merah bagai darah bisa membuat ciut / gentar mental musuh. Sehingga ayam Saigon yang terlahir sebagai type 2, 3 dan 4 akan dilakukan pencabutan bulu sehingga sebagian kulitnya akan terlihat dan dilakukan perawatan khusus agar kulit terlihat kemerahan bagai darah.

Namun demikian walaupun ayam Saigon memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan tetap dalam sebuah pertarungan memegang prinsip bahwa ayam aduan yang baik adalah ayam yang mempunyai tulangan yang baik , mempunyai teknik apapun itu yang penting sulit dipukul lawan dan mempunyai pukulan apapun itu yang penting bersih / tepat sasaran di daerah vital. Kalau ketiga syarat tersebut terpenuhi apapun trahnya ayam aduan tersebut adalah ayam aduan yang baik.



Sumber: surabaya-saigon.blogspot.com, www.youtube.com, gresik.olx.co.id, www.ayamlaga.com

Kamis, 17 Oktober 2013

Catatan: Mengenal Ayam Birma

Ayam birma atau ada yang menyebutnya ayam burma adalah salah satu jenis ayam aduan yang belakangan ini sangat populer dan banyak dicari oleh penggemar ayam baik hanya untuk dikoleksi maupun untuk di adu, karena ayam ini mempunyai kelebihan tersendiri saat di adu.
Jika sedang di adu ayam burma ini memiliki teknik yang cepat dalam penyerangan dan biasanya dia menyerang dari arah depan, serta memiliki kemampuan untuk melepaskan diri atau lepas lock dari lawannya dengan gesit. untuk posturnya sendiri ayam birma ini tidak jauh beda dengan ayam kampung biasa dan mempunyai berat 2,8-30 kg.

Ciri yang menonjol untuk ayam birma:

  1. Dari segi postur hampir mirip sekali dengan ayam kampung biasa. 
  2. Berat badan ayam ini sendiri biasanya kurang dari 3kg.
  3. Jari kakinya itu kecil dan panjang.
  4. Tulangan ayam ini relative kecil dan agak tipis.
  5. Jenis bulunya sendiri sangat berbeda dengan ayam thailand yang biasanya warna dominannya merah hitam, kuning merah, dsb, sedangkan ayam birma ini sendiri biasanya memiliki warna campuran seperti merah, abu-abu, serta widu.
  6. Gaya bertarung dari ayam ini pranggal, gaya menghindar saat diadu biasanya dengan ngolong, mutar-mutar, serta jaga jarak, tapi kelemahan dari ayam ini mempunyai tulang yang tipis sehingga saat diadu dengan waktu yang lama biasanya ayam ini akan lari karena tidak kuat dipukuli lawannya. 


Jenis-Jenis Ayam Birma

1. Birma Original
    Ciri-ciri :
  • Size & rangka tulang yang relatife lebih kecil (tipis) untuk ayam aduan kebanyakan, beratnya kisaran 2,0 Kg hingga 2,7 Kg
  • Berbulu lebat & biasanya berwarna kurang menarik (jalak,kelabu,coklat hitam)
  • Kaki kecil kering bulat berwarna kegelapan (biru,hijau,hitam)
  • Gaya bertarung adalah menghindar & memukul nyawat/mranggal/menembak memukul tanpa mematuk, tentunya dengan tingkat efektifitas & akurasi / ketepatan pukulan hingga 90% mengenai kepala (mata, paruh, tenggorokan) 
2. Birma Gostan
    Gostan artinya atret atau mundur


    Ciri-ciri:
  • Size & rangka tulang yang sedikit lebih besar dibanding ayam pama original, beratnya kisaran 2,3 Kg hingga 3,0Kg
  • Berbulu lebat & biasanya berwarna lebih menarik (jalak,kelabu,merah coklat)
  • Kaki kecil kering bulat berwarna lebih cerah (kuning ,coklat kekuningan)
  • Gaya bertarung adalah devensif atau menghindar selalu bergerak mundur & nyawat / mranggal / menembak memukul tanpa mematuk, tentunya dengan tingkat efektifitas akurasi / ketepatan pukulan hingga 90% mengenai kepala (mata, paruh, tenggorokan)
3. Birma Rambong
    Rambong artinya menari (joget)
    Ciri-ciri:
  • Size & rangka tulang yang sedikit lebih besar dibanding pama original, beratnya kisaran 2,3 Kg hingga 3,0 Kg
  • Berbulu lebat & biasanya berwarna cantik menarik (jalak,kelabu,merah coklat)
  • Kaki kecil bulat kering berwarna agak gelap ( hijau biru, kekuning)
  • Gaya bertarung agresif & bergerak lincah seperti penari bergoyang kekiri kekanan  & nyawat/mranggal/menembak memukul tanpa mematuk, tentunya dengan tingkat akurasi / ketepatan pukulan hingga 90% mengenai kepala (mata, paruh, tenggorokan)
4. Birma Mabin
    Mabin artinya Kuda lompat
 
 Ciri-ciri:
  • Size & rangka tulang lebih besar dibanding ayam pama original berat bisa mencapai 2,7kg  hingga 3,2Kg
  • Berbulu lebat & biasanya berwarna menarik ( jalak kemerahan, kelabu, merah coklat )
  • Kaki kecil kering bulat berwarna cerah
  • Gaya bertarung adalah agresif devensif memukul sambil melompat menghindar & nyawat / mranggal / menembak memukul tanpa mematuk, tentunya dengan tingkat akurasi / ketepatan pukulan hingga 90% mengenai kepala (mata, paruh, tenggorokan)
5. Birma Malow
    Malow artinya lari
    Ciri-ciri:
  • Size & rangka tulang lebih besar dibanding ayam pama original berat bisa mencapai 3,5 kg
  • Berbulu lebat & biasanya berwarna lebih menarik ( jalak, kelabu, merah coklat )
  • Kaki kecil kering bulat berwarna terang ( biru, hijau, coklat, kekuningan )
  • Gaya bertarung adalah devensif & agresif artinya sambil menghindar sambil memukul nyawat / mranggal / menembak memukul tanpa mematuk, tentunya dengan tingkat akurasi / ketepatan pukulan hingga 90% mengenai kepala (mata, paruh, tenggorokan)


6. Birma Kradungtong
    Kradungtong artinya Kancing emas
    Ciri-ciri:
  • Size & rangka tulang lebih besar dibanding ayam pama original berat bisa mencapai 3,2Kg
  • Berbulu lebat & biasanya berwarna gelap ( jalak, kelabucoklat, merah hitam )
  • Kaki kecil kering bulat berwarna gelap ( biru, hijau,coklat, kekuningan )
  • Gaya bertarung adalah devensif & agresif artinya sambil menghindar sambil memukul nyawat / mranggal / menembak memukul tanpa mematuk, tentunya dengan tingkat akurasi / ketepatan pukulan hingga 90% mengenai kepala (mata, paruh, tenggorokan)
7. Birma Drunken
    Drunken artinya Mabuk
    Ciri-ciri:
  • Size & rangka tulang lebih besar dibanding ayam pama original berat bisa mencapai 3,0Kg
  • Berbulu lebat & biasanya berwarna gelap ( jalak gelap, kelabucoklat, merah hitam )
  • Kaki kecil kering bulat berwarna gelap ( biru, hijau, coklat, hitam )
  • Gaya bertarung adalah devensif & agresif artinya sambil menghindar sambil memukul nyawat/mranggal/menembak memukul tanpa mematuk, tentunya dengan tingkat akurasi / ketepatan pukulan hingga 90% mengenai kepala (mata, paruh, tenggorokan) bahkan sambil jatuh ayam ini masih bisa  memukul seperti mabuk
8. Birma Tandam
    Tandam artinya Katak
    Ciri-ciri:
  • Size & rangka tulang lebih besar dibanding ayam pama original berat bisa mencapai 2,5kg 3,0Kg
  • Berbulu lebat & biasanya berwarna gelap ( jalak, kelabucoklat, merah hitam )
  • Kaki kecil kering bulat berwarna gelap ( biru, hijau,coklat, kekuningan )
  • Gaya bertarung adalah devensif & agresif artinya sambil menghindar kekiri kekan maju mundur sambil memukul nyawat / mranggal / menembak memukul tanpa mematuk, tentunya dengan tingkat akurasi / ketepatan pukulan hingga 90% mengenai kepala (mata, paruh, tenggorokan) 
Sumber: ayamimport.wordpress.com, www.diditgondang.com, ayampetarungku.blogspot.com

Selasa, 17 September 2013

Catatan: Penyakit Virus Pada Ayam

Berbagai jenis penyakit virus mudah sekali menular, dan banyak diantaranya sangat ditakuti peternak karena keganasannya. Sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhan penyakit yang disebabkan oleh virus.

Ayam mudah diternak, tapi sangat rawan terhadap penyakit. Di antara berbagai jenis penyakit menular yang banyak mengancam, penyakit menular yang disebabkan oleh virus merupakan jenis penyakit yang paling ditakuti. Virus lebih lembut dari bakteri, karena jasad renik inibisa tembus dari saringan bakteri. Ia tidak bisa dilihat dengan mikroskop biasa. Untuk melihatnya secara jelas diperlukan foto dengan mempergunakan mikroskop elektron.

Penyakit virus mudah sekali menular. Baik secara kontak langsung maupun lewat perantara benda-benda lain. Misalnya udara, air minum, makanan, dan alat-alat peternakan yang tercemar. Di antara berbagai jenis penyakit akibat virus yang sering merugikan peternakan ayam antara lain adalah tetelo alias ND (New Cattle Desease), cacar unggas alias Fowl Pox, leukosis, lumpuh marek alias marek's disease, gumboro alias infectious bursal disease, salesma ayam alias infectious laryngotracheitis, dan kini flu burung, dll. Berikut akan dijelaskan beberapa penyakit yang diakibatkan oleh virus.

1. Tetelo adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari golongan Paramixovirus. Keganasannya tergantung dari strain atau tipenya. Penyakit ini menyerang alat pernafasan, susunan dan jaringan syaraf, serta alat-alat reproduksi telur. Yang ganas cepat sekali menular, dan seringkali menimbulkan kematian secara mendadak.

2. Cacar unggas adalah penyakit bercak-bercak kulit yang disebabkan oleh virus Borreliota avium. Menyerang rongga mulut, hulu tenggorokan, daerah sekitar mata, jengger dan pial. Selain secara kontak langsung, penyakit ini bisa meluar lewat perantaraan nyamuk dan lalat.

3. Leukosis adalah penyakit tumor menular yang bersifat menahun. Penyebabnya adalah virus leukosis. Gejala dimulai dengan timbulnya pertumbuhan abnormal pada sel-sel darah putih. Tumor yang menyerang jaringan syaraf akan menimbulkan kelumpuhan pada leher, sayap dan kaki. Yang menyerang mata akan membuat bentuk mata tidak normal, rabun atau buta sama sekali. Yang menyerang organ bagian dalam (hati, ginjal, limpa dan ovarium) akan membuat ayam berjalan tegak seperti itik, dan penyakitnya disebut big liver disease. Akibatnya hati akan membengkak 3 sampai 4 kali normal, kotorannya encer, tubuh kurus, jengger dan pial pucat berkerut.

4. Lumpuh marek adalah penyakit lumpuh yang disebabkan oleh virus herpes. Menyerang anak ayam berumur 1-5 bulan. Gejalanya ditandai kejang lumpuh dengan kaki satu ke depan dan kaki lainnya kebelakang. Selain itu juga menimbulkan pembesaran yang mencolok pada syaraf dan timbulnya tumor pada organ dalam, kulit dan otot.

5. Gumboro adalah penyakit yang menyerang bursa fabricii (kelenjar bulat terletak di atas kloaka), penyebabnya adalah virus gumbaro. Anak ayam umur 1-12 hari yang terkena penyakit ini tidak begitu nampak tanda-tandanya. Tapi anak ayam umur 3-6 minggu akan menunjukkan gejala yang khas. Anak ayam tampak lesu, mengantuk, bulu mengkerut, bulu sekitar dubur kotor, mencret keputih-putihan, dan duduk dengan sikap membungkuk. Suka mematuki duburnya sendiri, sehingga menimbulkan luka dan pendarahan. Ayam yang mati bangkainya cepat sekali membusuk.

6. Salesma ayam adalah penyakit yang disebabkan virus avium. Menyerang saluran pernafasan. Gejalanya sesat nafas, batuk-batuk, mata dan hidung meradang berair, dan sulit bernafas karena adanya lendir berdarah dalam rongga mulut. Bila benafas kepala ditegakkan, dan waktu mengeluarkan nafas kepala ditundukkan dengan mata terpejam. Penyakit ini bersifat akut.

Obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit virus sampai saat ini belum ada. Tapi pengobatan dengan antibiotika atau kombinasi dengan obat-obatan lain tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan penyakit yang lain. Dan karena tak adanya obat yang mampu menyembuhkan penyakit virus, alangkah bijaksananya sebelum penyakit berbahaya ini terjadi, peternak melakukan tindak pencegahan. Caranya antara lain adalah melakukan tata laksana pemeliharaan yang baik, melaksanakan vaksinasi pada saat yang tepat, dan hindarkan terjadinya stress pada ternak.

Sumber: TRUBUS no. 201 / Tahun XVII